Translate Gaul

Minggu, 06 Oktober 2013

Ragam Bahasa

Nama   : Arif Hary Purnomo
Kelas    : 3ka33
NPM     : 11111135

Tugas B.indonesia

PENTINGNYA BERBAHASA YANG BAIK DAN BENAR DALAM DUNIA SISTEM INFORMASI 

Bahasa adalah kapasitas khusus yang ada pada manusia untuk memperoleh dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks, dan sebuah bahasa adalah contoh spesifik dari sistem tersebut. Kajian ilmiah terhadap bahasa disebut dengan linguistik.
Perkiraan jumlah dari bahasa-bahasa di dunia beragam antara 6.000-7.000 bahasa. Namun, perkiraan tepatnya bergantung kepada suatu perubahan sembarang antara perbedaan bahasa dan dialek. Bahasa alami adalah bicara atau bahasa isyarat, tapi setiap bahasa dapat disandikan ke dalam media kedua menggunakan stimulus audio, visual, atau taktil, sebagai contohnya, dalam tulisan grafis, braille, atau siulan. Hal ini karena bahasa manusia adalah modalitas-independen. Bila digunakan sebagai konsep umum, "bahasa" bisa mengacu pada kemampuan kognitif untuk dapat belajar dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks, atau untuk menjelaskan sekumpulan aturan yang membentuk sistem tersebut, atau sekumpulan pengucapan yang dapat dihasilkan dari aturan-aturan tersebut. Semua bahasa bergantung pada proses semiosis untuk menghubungkan isyarat dengan makna tertentu. Bahasa oral dan Bahasa isyarat memiliki sebuah sistem fonologis yang mengatur bagaimana simbol digunakan untuk membentuk urutan yang dikenal sebagai kata atau morfem, dan suatu sistem sintaks yang mengatur bagaimana kata-kata dan morfem digabungkan untuk membentuk frasa dan penyebutan.
Bahasa manusia unik karena memiliki properti-properti produktivitas, rekursif, dan pergeseran, dan karena ia secara keseluruhan bergantung pada konvensi sosial dan pembelajaran. Strukturnya yang kompleks mampu memberikan kemungkinan ekspresi dan penggunaan yang lebih luas daripada sistem komunikasi hewan yang diketahui. Bahasa diperkirakan berasal sejak hominin mulai secara bertahap mengubah sistem komunikasi primata mereka, memperoleh kemampuan untuk membentuk suatu teori pikiran dan intensionalitas berbagi. Perkembangan tersebut terkadang diperkirakan bersamaan dengan meningkatnya volume otak, dan banyak ahli bahasa melihat struktur bahasa telah berkembang untuk melayani fungsi sosial dan komunikatif tertentu. Bahasa diproses pada banyak lokasi yang berbeda pada otak manusia, tapi terutama di area Broca dan area Wernicke. Manusia mengakuisisi bahasa lewat interaksi sosial pada masa balita, dan anak-anak sudah dapat berbicara secara fasih kurang lebih umur tiga tahun. Penggunaan bahasa telah berakar dalam kultur manusia. Oleh karena itu, selain digunakan untuk berkomunikasi, bahasa juga memiliki banyak fungsi sosial dan kultural, seperti untuk menandakan identitas suatu kelompok, stratifikasi sosial, dan untuk dandanan sosial dan hiburan.
Bahasa-bahasa berubah dan bervariasi sepanjang waktu, dan sejarah evolusinya dapat direkonstruksi ulang dengan membandingkan bahasa modern untuk menentukan sifat-sifat mana yang harus dimiliki oleh bahasa leluhurnya supaya perubahan nantinya dapat terjadi. Sekelompok bahasa yang diturunkan dari leluhur yang sama dikenal sebagai rumpun bahasa. Bahasa yang digunakan dunia sekarang tergolong pada keluarga Indo-Eropa, yang mengikutkan bahasa seperti Inggris, Spanyol, Portugis, Rusia, dan Hindi; Bahasa Sino-Tibet, yang melingkupi Bahasa Mandarin, Cantonese, dan banyak lainnya; Rumpun bahasa Afro-Asiatik yang melingkupi Arab, Amhar, Somali, dan Hebrew; dan bahasa Bantu, yang melingkupi Swahili, Zulu, Shona, dan ratusan bahasa lain yang digunakan di Afrika. Konsensusnya adalah antara 50 dan 90% bahasa yang digunakan sejak awal abad ke-21 kemungkinan akan punah pada tahun 2100

  • Jenis ragam bahasa
Berdasarkan pokok pembicaraan, ragam bahasa dibedakan antara lain atas:
·      Ragam bahasa undang-undang
·      Ragam bahasa jurnalistik
·      Ragam bahasa ilmiah
·      Ragam bahasa sastra
Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas:

  • Ragam lisan
adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian.

  • Ciri-ciri ragam lisan :
     -  Memerlukan orang kedua/teman bicara;
     -  Tergantung situasi, kondisi, ruang & waktu;
      -  Hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
      - Berlangsung cepat;
      -  Sering dapat berlangsung tanpa alat bantu;
      - Kesalahan dapat langsung dikoreksi;
      - Dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi.

  • Contoh Ragam lisan antara lain meliputi:
o    Ragam bahasa cakapan
o    Ragam bahasa pidato
o    Ragam bahasa kuliah
o    Ragam bahasa panggung
  • Ragam tulis
 adalah Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya.
  • Ciri Ragam Bahasa Tulis :
 1.    - Tidak memerlukan kehadiran orang lain.
 2 .   - Tidak terikat ruang dan waktu
 3.    - Kosa kata yang digunakan dipilih secara cermat
 4.    -  Pembentukan kata dilakukan secara sempurna,
  • Ragam tulis yang antara lain meliputi:
o    Ragam bahasa teknis
o    Ragam bahasa undang-undang
o    Ragam bahasa catatan
o    Ragam bahasa surat

  • Ragam bahasa menurut hubungan antarpembiacra dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara
·      Ragam bahasa resmi
·      Ragam bahasa akrab
·      Ragam bahasa agak resmi
·      Ragam bahasa santai
·      dan sebagainya

  • Ragam Bahasa Berdasarkan Penutur
  1. Ragam Bahasa Berdasarkan Daerah (logat/diolek)
Luasnya pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli. Masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Logat bahasa Indonesia orang Bali tampak pada pelafalan “t” seperti pada kata ithu, kitha, canthik, dll.
  1. Ragam Bahasa berdasarkan Pendidikan Penutur
Bahasa Indonesia yang digunakan oleh kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak berpendidikan, terutama dalam pelafalan kata yang berasal dari bahasa asing, misalnya fitnah, kompleks,vitamin, video, film, fakultas. Penutur yang tidak berpendidikan mungkin akan mengucapkan pitnah, komplek, pitamin, pideo, pilm, pakultas. Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa, misalnya mbawa seharusnya membawa, nyari seharusnya mencari. Selain itu bentuk kata dalam kalimat pun sering menanggalkan awalan yang seharusnya dipakai.
  1. Ragam bahasa berdasarkan sikap penutur
Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh setiap penutur terhadap kawan bicara atau sikap penulis terhadap pembawa sikap itu antara lain resmi, akrab, dan santai. Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap penutur atau penulis juga mempengaruhi sikap tersebut. Misalnya, kita dapat mengamati bahasa seorang bawahan atau petugas ketika melapor kepada atasannya. Jika terdapat jarak antara penutur dan kawan bicara atau penulis dan pembaca, akan digunakan ragam bahasa resmi atau bahasa baku. Makin formal jarak penutur dan kawan bicara akan makin resmi dan makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yang digunakan. Sebaliknya, makin rendah tingkat ke formalannya, makin rendah pula tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.
Bahasa baku dipakai dalam :
1.        Pembicaraan di muka umum, misalnya pidato kenegaraan, seminar, rapat dinas memberikan kuliah/pelajaran.
2.        Pembicaraan dengan orang yang dihormati, misalnya dengan atasan, dengan guru/dosen, dengan pejabat.
3.        Komunikasi resmi, misalnya surat dinas, surat lamaran pekerjaan, undang-undang.
4.        Wacana teknis, misalnya laporan penelitian, makalah, tesis, disertasi.
  • Ragam Bahasa menurut Pokok Pesoalan atau Bidang Pemakaian
Dalam kehidupan sehari-hari banyak pokok persoalan yang dibicarakan. Dalam membicarakan pokok persoalan yang berbeda-beda ini kita menggunakan ragam bahasa yang berbeda. Ragam bahasa yang digunakan dalam lingkungan agama berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan kedokteran, hukum, atau pers. Bahasa yang digunakan dalam lingkungan politik, berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan ekonomi/perdagangan, olah raga, seni, atau teknologi. Ragam bahasa yang digunakan menurut pokok persoalan atau bidang pemakaian ini dikenal pula dengan istilah laras bahasa.
Perbedaan itu tampak dalam pilihan atau penggunaan sejumlah peristilahan/ungkapan khusus digunakan dalam bidang tersebut, misalnya masjid, gereja, vihara digunakan dalam bidang agama. Koroner, hipertensi, digunakan dalam bidang kedokteran. Improvisasi, kontemporer banyak digunakan dalam lingkungan seni. Kalimat yang digunakan pun berbeda sesuai dengan pokok persoalan dikemukakan. Kalimat dalam undang-undang berbeda dengan kalimat-kalimat dalam sastra, kalimat-kalimat dalam karya ilmiah, kalimat-kalimat dalam koran atau majalah dan lain-lain.
  • Bahasa Baku
Bahasa baku ialah bahasa yang digunakan oleh masyarakat paling luas pengaruhnya dan paling besar wibawanya. Bahasa ini digunakan dalam situasi resmi, baik bahasa lisan maupun bahasa tulisan.
Bahasa baku menjalankan empat fungsi, yaitu
(1) fungsi pemersatu.
(2) fungsi penanda kepribadian.
(3) fungsi penambah wibawa.
(4) fungsi sebagai kerangka acuan.

  • Ejaan
Bahasa jurnalistik harus memperhatikan ejaan yang benar. Kedengarannya mudah, tetapi dalam praktek banyak mengalami kesulitan. Wartawan semestinya memiliki Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia Disempurnakan untuk dikonsultasi sewaktu diperlukan.
  • Dialek
1.    Dialek regional, yaitu rupa-rupa bahasa yang digunakan di daerah tertentu sehingga ia membedakan bahasa yang digunakan di suatu daerah dengan bahasa yang digunakan di daerah yang lain meski mereka berasal dari eka bahasa. Oleh karena itu, dikenallah bahasa Melayu dialek Ambon, dialek Jakarta (Betawi), atau bahasa Melayu dialek Medan.
2.    Dialek sosial, yaitu dialek yang digunakan oleh kelompok masyarakat tertentu atau yang menandai tingkat masyarakat tertentu. Contohnya dialek wanita dan dialek remaja.
3.    Dialek temporal, yaitu dialek yang digunakan pada kurun waktu tertentu. Contohnya dialek Melayu zaman Sriwijaya dan dialek Melayu zaman Abdullah.
4.    diolek, yaitu keseluruhan ciri bahasa seseorang. Sekalipun kita semua berbahasa Indonesia, kita masing-masing memiliki ciri-ciri khas pribadi dalam pelafalan, tata bahasa, atau pilihan dan kekayaan kata.

SUMBER:
1.http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa

2.http://armandioindrawan.blogspot.com/2013/10/ragam-bahasa-dan-pentingnya-berbahasa.html

Minggu, 29 September 2013

Essay

Nama    : Arif Hary Purnomo
Kelas     : 3ka33
NPM     : 11111135
Tugas B.indonesia

Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Pengarang esai disebut esais. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal.
TOURING WAJIB KE PANTAI CARITA

  Saya akan menceritakan pengalaman pribadi saya dengan keluarga kecil dari YVL-CB. YVL-CB itu sendiri adalah sebuah comunitas kecil yang beranggotakan motor v-ixion. Comunitas ini sangat kental sekali akan jiwa kekeluargaanya dan jiwa petualang. Sewaktu ketika YVL-CB itu sendiri mengadakan kegiatan wajib yang harus diikuti di dalam YVL-CB itu sendiri.  Kegiatan wajib itu adalah touring wajib. Dan tempat yang ingin dituju itu adalah sebuah pantai yang bernama pantai carita.
 
   Awalnya diadakan rapat kecil dahulu sebelum keberangkatan touring wajib itu berjalan. Dan setelah diputuskan jadwal keberangkatannya yaitu memutuskan mengambil jam keberangkatan malam yaitu hari jum’at sekitar jam 22.00 mulai start. Dan setelah keputusan itu sudah fix, rapat kecil ini selesai, dan member - member diperbolehkan untuk yang namanya santai -santai dan ada pula yang meninggalkan tempat tersebut menuju rumah peristirahatan masing - masing.

  Dan hari yang ditunggu – tunggu itu tiba yaitu hari jum’at. Dan saya paginya mulai bergegas untuk repair persiapan menuju pantai tersebut. Dengan perasaan sangat gembira sekali, saya sangat bersemangat untuk keberangkatan menuju pantai  carita tersebut. Repair pun selesai tinggal menunggu jam keberangkatan saja. Waktu menunjukan pukul 04.00 sebelum saya berangkat meninggalkan rumah, tidak lupa saya minta izin kepada ke dua orang tua saya.

   Sebelum berangkat saya beserta member – member lainnya berkumpul dulu dalam suatu tempat. Dan disitu pun saya mulai bosan menunggu kehadiran member – member yang lainnya. Setelah beberapa jam menunggu, akhirnya semua member yang ingin mengikuti acara touring wajib ini datang secara bergantian. Dan dirasa sudah cukup dan member hadir semua, dan rapat kecil dimulai yaitu berdoa bersama agar semua dalam lindungan allah dengan selamat sampai tujuan.

   Berdoa pun selesai, waktu menunjukan pukul 22.00 aku bersama member – member lain mulai merapikan barisan dengan rapi. Perjalananpun di mulai dan saya sangat gembira sekali dengan suasana berjalan touring seperti ini. Dan setelah beberapa jam, saya beserta member lain memutuskan untuk beristirahat sejenak agar keadaan fisik tidak melemah dan terganggu. Berhentilah di sebuah indomaret tempat peistirahatan kita yang pertama.

   Dan mungkin dirasa sudah cukup untuk peristirahannya lalu dimulai kembali perjalannya. Saya berserta member lain sudah tidak sabar untuk menginjakan dipasir pantai carita tersebut. Perjalanan malam memang sangat berat rintangannya karena konsentrasi terganggu oleh pandangan yang semakin lama semakin lelah saja mata ini. Dan diputuskan kembali untuk beristirahat sejenak mengingat kekuatan mata oleh masing –masing member itu sendiri.

   Setelah beberapa menit beristirahat perjalanan pun dimulai kembali dengan sangat hati – hati melintasi arah menuju pantai carita tersebut. Waktu menunjukan pukul 05.00 pagi tinggal beberapa meter lagi sampailah tempat yang dituju kita semua yaitu pantai carita serang banten. Dan tibalah kami pada sebuah plang kecil yang bertuliskan pantai carita. Saya bersama member lain sangat senang sekali tiba semua dengan keadaan selamat dan sehat.

   Pagi nya saya bersama teman – teman yang lain mulai merasakan dingin nya pantai. Ada yang berenang ada yang duduk santai dan ada juga yang berfoto – foto ria bersama teman lainnya. Saya langsung mengganti pakaian dan tidak sabar untuk menyeburkan diri di pantai bersama teman yang lain. Dan dirasa sudah cukup puas untuk bersenang – senang nya hari itu, kita semua berkumpul kembali untuk membicarakan waktu yang tepat untuk kembali ke Bekasi kembali.

   Setelah semua selesai dibicarakan waktu kembalinya ke Bekasi, saya bersama teman mulai repair diri masing- masing. Repair pun selesai semua, dan dikumpulkannya kembali semua member untuk merapat berdoa bersama agar di beri keselamatan menuju arah pulang ke Bekasi dengan selamat. Selesai berdoa saya beserta teman lainnya mulai merapatkan barisan kembali untuk jalan menuju jalan pulang.

   Dengan mengucapkan allhamdulilah saya tiba di rumah pada pukul 5 sore dengan selamat sehat wallafiat. Badan mulai terasa pegal sekali. Tetapi acara itu tidak bisa saya lupakan dan menjadi pengalaman saya bersama keluarga YVL-CB itu sendiri. Sekian cerita dari pengalaman diri saya pribadi, kurang lebihnya mohon maaf bila ada salah kata. Terimakasih.

Selasa, 18 Juni 2013

ongkos dan penerimaan 2

2.      Perhitungan Biaya.

Untuk memperjelas pemahaman terhadap ketiga konsep biaya tersebut, anda dapat melihatnya dengan contoh berikut.

Kuantitas
( unit )
Total fixed cost
( Rp )
Total variable cost
(Rp)
Total cost
(Rp)
10
3.000
2.000
5.000
20
3.000
4.000
7.000
30
3.000
6.000
9.000
40
3.000
7.500
10.500
50
3.000
9.000
12.000
60
3.000
10.000
13.000
70
3.000
11.500
14.000
80
3.000
13.500
16.500

Untuk memperjelas perhitungan biaya rata-rata, perhatikan contoh berikut :

Q
TFC
TVC
TC
AFC
AVC
AC
MC
10
40
20
60
4
2
6
-
20
40
40
80
2
2
4
2
30
40
55
95
1,33
1,83
3,16
1,50
40
40
65
105
1
1,63
2,63
1
50
40
77
117
0,80
1,54
2,34
1,20
60
40
92
132
0,67
1,53
2,20
1,50
70
40
112
152
0,57
1,60
2,17
2
80
40
137
177
0,50
1,71
2,21
2,50



Rabu, 24 April 2013

Revisi ongkos dan penerimaan


1.      Jenis-jenis Biaya Produksi.

Penggolongan biaya produksi dapat didasarkan atas berbagai segi, baik segi biaya produksi bedasarkan sifatnya, bedasarkan perhitungan total maupun bedasarkan perhitungan rata-rata.

 a.       Bedasarkan sifatnya, biaya produksi dapat digolongkan sebagai berikut :
-          Biaya tetap/fixed cost (FC) yaitu biaya yangdalam periode waktu tertentu jumlahnya tetap, tidak bergantung pada jumlah produk yang dihasilkan, contohnya penyusutan peralatan, sewa gedung dsb.
-          Biaya variable/variable cost (VC) yaitu biaya yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan jumlah produk yang dihasilkan, semakin besar pula jumlah biaya variabelnya, contohnya biaya bahan baku, bahan bakar dsb.
b.      Bedasarkan perhitungan total, ada tiga macam biaya, yaitu :
-          Biaya tetap total/total fixed cost (TFC) adalah jumlah seluruh biaya tetap yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu.
-          Biaya variable total/total variable cost (TVC) adalah jumlah seluruh biaya variable yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan sejumlah produk,
-          Biaya total/total cost (TC) adalah jumlah seluruh biaya tetap dan biaya variable yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan sejumlah produk dalam suatu periode tertentu. Bedasarkan pengertian ini, biaya total dapat dirumuskan :
·         TC = TFC + TVC
c.       Bedasarkan perhitungan rata-rata, ada empat macam konsep biaya, yaitu :
-          Biaya tetap rata-rata/average fixed cost (AFC) adalah biaya tetap yang dibebankan pada setiap unit produksi yang dihasilkan. Besar AFC dapat dihitung dengan cara membagi TFC dengan Q, sehingga rumusnya :
·         AFC =
Karena besar TFC dalam periode waktu tertenu tetap, maka semakin banyak Q, AFC akan semakin kecil.
-          Biaya variable rata-rata/average variable cost (AVC) ialah biaya variable yang dibebankan pada tiap produk yang dihasilkan. AVC dapat dihitung dengan cara membagi TVC dengan Q. Sehingga rumusnya :
·         AVC =  
-          Biaya rata-rata/average cost (AC) ialah biaya produksi per unit produk yang dihasilkan. Besarnya AC dapat dihitung dengan cara menjumlahan AFC dan AVC, atau dengan cara membagi TC dengan Q. Sehingga rumusnya :
·         AC = AFC + AVC     atau     AC =
d.      Bedasarkan perubahan nilai biaya, hanya ada satu konsep biaya, yaitu sebagai berikut. Biaya marginal/marginal cost (MC) merupakan biaya tambahan yang diperlukan untuk tambahan satu unit produk yang dihasilkan. Munculnya MCkarena adanya perluasan produksi yang dilakukan perusahaan dalam rangka menambah jumlah produk yangdihasilkan. MC dapat dihitung dengan cara membagi tambahan TC (w TC) dengan tambahan Q ( w Q). Jadi, rumusnya :
·         MC =   
Karena dalam jangka pendek besar TFC selalu tetap, w TC akan selalu sama dengan w TVC. MC untuk jangka pendek dapat juga dihitung dengan cara membagi w TVC dengan w Q. Jadi, rumus untuk jangka pendek dirumuskan :
·         MC =
Besar MC dapat berubah-ubah sesuai perubahan harga biaya variable yang terjadi. Jika harga biaya variable naik, MC juga akan naik. Sebaliknya, jika harga variable turun, MC juga akan turun.