Translate Gaul

Selasa, 18 Juni 2013

ongkos dan penerimaan 2

2.      Perhitungan Biaya.

Untuk memperjelas pemahaman terhadap ketiga konsep biaya tersebut, anda dapat melihatnya dengan contoh berikut.

Kuantitas
( unit )
Total fixed cost
( Rp )
Total variable cost
(Rp)
Total cost
(Rp)
10
3.000
2.000
5.000
20
3.000
4.000
7.000
30
3.000
6.000
9.000
40
3.000
7.500
10.500
50
3.000
9.000
12.000
60
3.000
10.000
13.000
70
3.000
11.500
14.000
80
3.000
13.500
16.500

Untuk memperjelas perhitungan biaya rata-rata, perhatikan contoh berikut :

Q
TFC
TVC
TC
AFC
AVC
AC
MC
10
40
20
60
4
2
6
-
20
40
40
80
2
2
4
2
30
40
55
95
1,33
1,83
3,16
1,50
40
40
65
105
1
1,63
2,63
1
50
40
77
117
0,80
1,54
2,34
1,20
60
40
92
132
0,67
1,53
2,20
1,50
70
40
112
152
0,57
1,60
2,17
2
80
40
137
177
0,50
1,71
2,21
2,50



Rabu, 24 April 2013

Revisi ongkos dan penerimaan


1.      Jenis-jenis Biaya Produksi.

Penggolongan biaya produksi dapat didasarkan atas berbagai segi, baik segi biaya produksi bedasarkan sifatnya, bedasarkan perhitungan total maupun bedasarkan perhitungan rata-rata.

 a.       Bedasarkan sifatnya, biaya produksi dapat digolongkan sebagai berikut :
-          Biaya tetap/fixed cost (FC) yaitu biaya yangdalam periode waktu tertentu jumlahnya tetap, tidak bergantung pada jumlah produk yang dihasilkan, contohnya penyusutan peralatan, sewa gedung dsb.
-          Biaya variable/variable cost (VC) yaitu biaya yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan jumlah produk yang dihasilkan, semakin besar pula jumlah biaya variabelnya, contohnya biaya bahan baku, bahan bakar dsb.
b.      Bedasarkan perhitungan total, ada tiga macam biaya, yaitu :
-          Biaya tetap total/total fixed cost (TFC) adalah jumlah seluruh biaya tetap yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu.
-          Biaya variable total/total variable cost (TVC) adalah jumlah seluruh biaya variable yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan sejumlah produk,
-          Biaya total/total cost (TC) adalah jumlah seluruh biaya tetap dan biaya variable yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan sejumlah produk dalam suatu periode tertentu. Bedasarkan pengertian ini, biaya total dapat dirumuskan :
·         TC = TFC + TVC
c.       Bedasarkan perhitungan rata-rata, ada empat macam konsep biaya, yaitu :
-          Biaya tetap rata-rata/average fixed cost (AFC) adalah biaya tetap yang dibebankan pada setiap unit produksi yang dihasilkan. Besar AFC dapat dihitung dengan cara membagi TFC dengan Q, sehingga rumusnya :
·         AFC =
Karena besar TFC dalam periode waktu tertenu tetap, maka semakin banyak Q, AFC akan semakin kecil.
-          Biaya variable rata-rata/average variable cost (AVC) ialah biaya variable yang dibebankan pada tiap produk yang dihasilkan. AVC dapat dihitung dengan cara membagi TVC dengan Q. Sehingga rumusnya :
·         AVC =  
-          Biaya rata-rata/average cost (AC) ialah biaya produksi per unit produk yang dihasilkan. Besarnya AC dapat dihitung dengan cara menjumlahan AFC dan AVC, atau dengan cara membagi TC dengan Q. Sehingga rumusnya :
·         AC = AFC + AVC     atau     AC =
d.      Bedasarkan perubahan nilai biaya, hanya ada satu konsep biaya, yaitu sebagai berikut. Biaya marginal/marginal cost (MC) merupakan biaya tambahan yang diperlukan untuk tambahan satu unit produk yang dihasilkan. Munculnya MCkarena adanya perluasan produksi yang dilakukan perusahaan dalam rangka menambah jumlah produk yangdihasilkan. MC dapat dihitung dengan cara membagi tambahan TC (w TC) dengan tambahan Q ( w Q). Jadi, rumusnya :
·         MC =   
Karena dalam jangka pendek besar TFC selalu tetap, w TC akan selalu sama dengan w TVC. MC untuk jangka pendek dapat juga dihitung dengan cara membagi w TVC dengan w Q. Jadi, rumus untuk jangka pendek dirumuskan :
·         MC =
Besar MC dapat berubah-ubah sesuai perubahan harga biaya variable yang terjadi. Jika harga biaya variable naik, MC juga akan naik. Sebaliknya, jika harga variable turun, MC juga akan turun.


Jumat, 29 Maret 2013

Ongkos dan Penerimaan




ONGKOS DAN PENERIMAAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1          Latar Belakang

Makalah ini di ajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Teori Organisasi Umum 2 (softskill) pada ajaran ATA 2012/2013. Dan sekaligus untuk memenuhi nilai kami di mata kuliah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan informasi bagi Mahasiswa, Mahasiswi, dan bermanfaat untuk pengembangan  ilmu pengetahuan dan dapat memperbanyak wawasan yang belum kita ketahui sebelumnya. Isi dari materi ini berisi mengenai ringkasan yang tersusun dan terperinci tentang arti, tata cara, dan penggunaan ongkos dan penerimaan produksi dalam perekonomian dari proses perkembangannya hingga zaman modern seperti sekarang ini.    

1.2      Rumusan Masalah
  1. Penerimaan (Revenue)
  2. Hukum Permintaan dan Penawaran
  3. Faktor – faktor yang mempengaruhi Permintaan dan Penawaran
  4. Penentuan Harga Keseimbangan

1.3      Tujuan
          Untuk memenuhi sebuah tugas mata kuliah Teori Organisasi Umum 2, dan sekaligus memenuhi nilai kami di mata kuliah ini. Agar ias mengetahui penjelasan dari bagan yang telah di sajikan tersebut. Agar ias menambah pengetahuan si pembaca.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    MACAM-MACAM ONGKOS

Pengertian Ongkos

Ongkos adalah kurva yang menunjukkan saling berhubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. Sedangkan yang dimaksud dengan ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produlsi yang gunanya untuk memproduksi output atau pengeluaran.
Macam-macam Ongkos sebagai berikut :
A.Biaya (cost)
Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi.
Macam-macam biaya, yaitu :
1.Total Fixed Cost(ongkos total tetap)
adalah jumlah ongkos yang tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi.C)ontoh penyusutan, sewa, dsb.Biaya total (TFC) tidak tergantung pada kuantitas output (Q),sedangkan biaya variabel total bergantung pada kuantitas output.
2. Total Variabel Cost ( ongkos variabel total )
adalah jumblah ongkos-ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan.Contoh ongkos bahan mentah, tenaga kerja dan sebagainya.
3. Total Cost (ongkos total )
adalah penjumblahan antara ongkos total tetap dengan ongkos total variabel. TC = TFC + TVC
4. Averege Fixed Cost ( ongkos tetap rata-rata )
adalah ongkos tetap yang dibebankan untuk setiap unit output.
AFC = (TFC / Q)*Q
Biaya tetap rata-rata (AFC) menurun secara kontinyu sampai mendekati garis
horisontal, karena AFC = TFC/Q
5. Averege Fixed variable Cost (ongkos variabel rata-rata)
adalah ongkos variabel yang dibebankan untuk setiap unit output.
AVC = TVC/Q
6. Averege Total Cost (onggkos total rata-rata)
adalah ongkos produksi yang dibebankan untuk setiap unit output.
ATC = TC / Q
7. Marginal Cost (ongkos marginal)
adalah tambahan atau berkurangnya ongkos total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output.
MC = ∆TC / ∆Q = ∆TVC / ∆Q